Batik Truntum Yogyakarta : Cahaya Cinta dan Kesetiaan yang Tak Pernah Padam

batik truntum jogja batik truntum yogyakarta motif batik truntum baju batik jogja museum batik yogyakarta

Batik Truntum Yogyakarta : Cahaya Cinta dan Kesetiaan yang Tak Pernah Padam

Di antara khazanah Baju Batik Jogja yang kaya akan filosofi, motif Truntum memiliki tempat yang sangat istimewa. Batik Jogja Truntum adalah simbol abadi dari cinta, kesetiaan, dan harapan akan kebahagiaan yang bersemi kembali. Motif ini, yang menyerupai taburan bunga-bunga kecil atau bintang di langit, memancarkan aura kelembutan dan spiritualitas yang mendalam. Memahami Batik Truntum adalah memahami salah satu kisah cinta paling romantis dalam sejarah budaya Jawa.

Asal Usul dan Kisah Romantis dari Keraton Surakarta 

Meskipun Batik Truntum paling sering diasosiasikan dengan pernikahan dan cinta, asal-usulnya justru berasal dari sebuah kisah kesepian di lingkungan keraton:

  • Pencipta Motif: Motif ini diciptakan oleh Kanjeng Ratu Kencana (Permaisuri Sunan Pakubuwana III) dari Keraton Surakarta (tetapi filosofi dan motifnya banyak diadopsi dalam Batik Jogja karena kesamaan budaya Mataram).
  • Kisah Kesepian: Konon, saat suaminya, Sang Sunan, mulai mengalihkan perhatiannya pada selir-selir baru, Sang Ratu merasa sedih dan kesepian. Untuk mengisi waktu luangnya, ia mulai membatik. Sambil menatap langit malam yang bertabur bintang, ia menciptakan pola titik-titik kecil yang berulang.
  • Makna Truntum: Sunan Pakubuwana III kemudian melihat motif yang diciptakan permaisurinya. Ia merasa tersentuh oleh keindahan dan ketulusan hati Sang Ratu. Nama “Truntum” sendiri berasal dari kata dalam bahasa Jawa, menuntun atau teruntum-truntum, yang berarti “tumbuh kembali” atau “bersemi lagi”. Motif ini melambangkan cinta yang bersemi kembali dan kesetiaan yang tulus.

Meskipun lahir di Surakarta, Batik Truntum menjadi sangat populer di Batik Jogja dan dipakai dalam berbagai upacara adat sebagai simbol harapan akan cinta yang abadi.

lihat artikel lainnya disini

lihat artikel tentang baju batik jogja

Filosofi dan Simbolisme Bunga Truntum 

Pola Batik Jogja Truntum yang terdiri dari taburan bunga kecil atau kuntum-kuntum yang menyerupai bintang memiliki makna filosofis yang sangat kuat dalam tradisi Jawa:

  1. Cinta Tanpa Syarat: Motif ini adalah lambang cinta yang tulus dan tanpa syarat antara suami dan istri, sebuah janji kesetiaan yang akan terus dijaga.
  2. Menuntun dan Menerangi: Bunga Truntum yang menyerupai bintang di langit malam melambangkan penuntun atau penerang. Motif ini merupakan harapan agar orang tua dapat menuntun anak-anak mereka menuju kebahagiaan dan kebaikan. Oleh karena itu, Batik Truntum wajib dikenakan oleh orang tua kedua mempelai saat upacara pernikahan.
  3. Harapan yang Bersemi Kembali: Makna “tumbuh kembali” (truntum) juga melambangkan harapan agar kebahagiaan, rezeki, dan cinta dalam rumah tangga yang baru akan selalu bersemi, tidak pernah pudar.

Motif ini biasanya dikerjakan dalam teknik batik tulis untuk detail yang sangat halus, dan didominasi oleh warna cokelat soga dan biru gelap, kontras dengan titik-titik bunga berwarna terang.

Penggunaan Batik Truntum dalam Tradisi dan Fesyen Modern 

Motif Truntum memegang peranan penting dalam ritual adat Jawa, khususnya di Yogyakarta:

  • Busana Pernikahan: Batik Truntum adalah batik wajib yang dikenakan oleh orang tua dan besan kedua mempelai saat upacara pernikahan (panggih). Hal ini melambangkan restu dan harapan agar kedua orang tua dapat menuntun anak-anak mereka dalam mengarungi bahtera rumah tangga.
  • Busana Keluarga: Selain pernikahan, Batik Truntum sering menjadi pilihan untuk seragam keluarga besar dalam acara-acara penting yang merayakan kebersamaan dan kesetiaan.
  • Fesyen Kontemporer: Di era modern, motif Batik Jogja Truntum sangat disukai karena polanya yang elegan dan romantis. Motif ini banyak diaplikasikan pada baju batik wanita seperti gaun atau outer, serta pada baju batik pria untuk kemeja formal. Pola titik-titiknya yang halus memberikan kesan mewah dan lembut. Jika Anda mencari baju batik Jogja dengan filosofi yang kuat untuk hadiah pernikahan, Truntum adalah pilihan yang paling sempurna.

Batik Truntum di Pasar Global dan Kesimpulan 

Popularitas Batik Truntum tidak hanya terbatas di Indonesia. Desainer internasional sering menggunakan motif ini dalam koleksi mereka, mengakui keindahan geometrisnya yang menyerupai motif polka dot namun dengan kedalaman makna spiritual yang jauh lebih kaya. Permintaan untuk Batik Truntum otentik, terutama yang dibuat dengan teknik batik tulis, terus meningkat, mendukung keberadaan sentra toko batik Jogja yang melestarikan motif klasik ini.

Dengan membeli dan mengenakan Batik Jogja Truntum, kita tidak hanya tampil elegan, tetapi juga membawa serta kisah cinta abadi, kesetiaan, dan harapan untuk menuntun kebaikan dalam hidup. Motif ini membuktikan bahwa batik lebih dari sekadar kain; ia adalah narasi visual yang mengajarkan nilai-nilai luhur dari generasi ke generasi.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest